Kamis, 09 Februari 2017

Bukti Empiris Gravitasi

Newton bukanlah orang pertama yang mempelajari gravitasi.  Dalam peradaban Islam jaman keemasan, studi tentang gravitasi telah dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim salah satunya adalah Abdurahman Al-Khazini (abad 12 M) atau biasa disebut Al-Khazini. Beliau menulis sebuah kitab yang berjudul Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom yang ditulis tahun 1121 M. Di dalam buku tersebut salah satunya berisi studi mengenai pusat gravitasi(gravitasi terhadap pusat benda). Menurut Al-Khazini definisi ”berat” adalah sebagai berikut;

Bukti Empiris Rotasi Bumi

Pada pembahasan yang lalu sudah dijelaskan bahwa bumi berotasi dalam periode 1 hari sideraeal.  Bukti-bukti bahwa bumi berotasi bisa dilihat dari gejala yang terjadi di alam misalnya terjadinya siang dan malam.  Bukti lain yang lebih penting adalah pembuktian secara empiris, yaitu melalui percobaan ilmiah dan pengukuran terhadap perubahan nilai besaran yang terjadi akibat rotasi bumi.

Bukti Empiris Revolusi Bumi

Teori geosentris pertama kali diajukan oleh Aristoteles Abad 4 SM dan mencapai bentuk standarnya yang dibukukan dalam “Almagest” karya Ptelomeus dari Mesir abad 2 Masehi.  Di dalam teori geosentris bentuk bumi adalah bulat dan menjadi pusat perputaran planet, matahari dan bintang-bintang. Teori ini dipercaya dan dianut di masa sesudahnya oleh peradaban Islam jaman keemasan dan peradaban barat di Eropa sampai munculnya teori heliosentris abad 15 Masehi.


Sejarah Singkat Memahami Bentuk Bumi dan Alam Semesta


Banyak orang yang salah faham dengan sejarah pemahaman manusia terhadap bentuk alam semesta.  Banyak yang mengira bahwa pemahaman bumi berbentuk bulat lahir dari gagasan Galileo. Galileo yang punya sejarah "dramatis" memang menarik perhatian dan dianggap sebagai sebuah tonggak sejarah.  Namun salahnya banyak yang mengira pergulatan Galileo adalah pertempuran antara bumi bulat melawan bumi datar.  Sebenarnya yang terjadi adalah pertempuran antara Geosentris melawan Heliosentris yang mana di dalam keduanya bentuk bumi adalah bulat.

Refraksi Pada Air Laut

Refraksi atau pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan arah cahaya yang disebabkan oleh perbedaan kerapatan media yang dilalui cahaya.  Misalnya cahaya dari udara masuk ke air atau sebaliknya.  Setiap media memiliki indek bias, dilambangkan dengan huruf n.  Semakin rapat media semakin besar nilai n-nya.

Perspektif pada object di lautan

Ada seorang mantan murid saya menanyakan sebuah video dari youtube yang menampilkan objek di lautan, utuh saat dizoom penuh, namun hilang setelah dizoom mundur.  Nah kebetulan saya berkecimpung dalam kamera digital.  Jadi saya punya sedikit ilmu tentang kamera digital untuk saya bagikan kepada para sahabat pembaca.